Fokus

Berisi artikel-artikel utama yang menjadi tema majalah Cabe Rawit.

Profil

Wawancara dengan tokoh Indonesia atau Tiongkok yang inspiratif dan berprestasi.

Event

Mengupas aktivitas terbaru pelajar Indonesia di Tiongkok

Tips untuk pelajar

Tips untuk pelajar di Tiongkok mengenai kehidupan sehari-hari, beasiswa, visa dan sebagainya.

Rekreasi & Hiburan

Membahas potensi pariwisata Tiongkok yang menarik dan layak dicoba

Home » Berita

Kilas Singkat Hari Buruh Indonesia

Submitted by on 1 May, 2017 – 15:41No Comment

 

INDONESIA_-_may_day_okTanggal 1 Mei di peringati sebagai Hari Buruh International atau lebih dikenal dengan sebutan May Day. Di beberapa Negara, hari buruh merupakan hari libur untuk memperingati gerakan serikat buruh pada masa tersebut. Di Indonesia, hari buruh juga jatuh pada tanggal 1 Mei dan dibalik penetapan tanggal hari buruh tersebut, terdapat kisah yang cukup panjang. Hal ini terkait dengan perkembangan kondisi politik pada masa tersebut.

Kisah tersebut berawal dari awal tahun 1900-an dimana pada saat itu telah terbentuk beberapa serikat buruh. Terbentuknya serikat buruh tersebut dipengaruhi dari pembentukan serikat-serikat buruh di Eropa. Salah satu serikat buruh ternama pada saat itu adalah Persatoean Pergerakan Kaoem Boeroeh (PPKB) yang berdiri pada tahun 1919, diketuai oleh Semaoen dan wakilnya Soerjopranoto.

Pada tahun 1973, didirikanlah satu serikat resmi untuk seluruh buruh di Indonesia yang bernama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). SPSI, atau yang lebih dikenal dengan FSBI, merupakan organisasi yang cukup dekat dengan pemerintah pada masa Orde Baru.

 

Akan tetapi, pada masa Orde Baru, tepatnya saat dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, penetapan perayaan hari buruh ini sempat ditidiakan karena dianggap mengidentikkan ideologi komunisme. Awaloedin Djamin, Menteri Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Presiden Soeharto pada masa Orde Baru, sempat berusaha menghentikan perayaan hari buruh pada bulan Mei 1966. Namun, hal itu tidak berhasil karena pada saat itu serikat buruh masih kuat. Peniadaan perayaan hari buruh terjadi tepatnya pada tahun 1967.

 

Tanggal 1 Mei 2000, para buruh kembali melakukan aksi mogok kerja dan demo besar-besaran yang didukung dengan keikutsertaan para mahasiswa. Tujuan dari aksi tersebut adalah untuk menuntut pihak pemerintah agar kembali menetapkan tanggal 1 Mei sebagai ‘tanggal merah’, guna merayakan Hari Buruh, yang sebelumnya, pada masa Orde Baru sempat dihilangkan. Aksi mogok kerja yang berlangsung selama seminggu membuat beberapa perusahaan besar mengancam untuk “hengkang” dari Indonesia. Pasca insiden tersebut, banyak buruh dan karyawan yang harus di PHK, karena dinilai telah melanggar kontrak kerja. Akhirnya, saat masa Orde Baru berakhir, hari buruh kembali diperingati lagi.

 

Gerakan aksi demonstrasi ataupun aktivitas massa buruh tentu saja meningkatkan kekhawatiran pemerintah akan timbulnya kerusuhan. Akan tetapi jika dilihat dari sisi lain, gerakan hari buruh di Indonesia ini juga tidak hanya diikuti oleh para buruh, akan tetapi juga mengikutsertakan mahasiswa; organisasi kepemudaan serta masyarakat umum. Para pemuda dan pemudi Indonesia turun ke jalanan untuk menyerukan kesejahteraan bagi para buruh Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa melalui aksi di hari buruh tersebut, generasi muda ikut peduli akan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat; kepedulian akan solidaritas anak bangsa Indonesia. Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa hari buruh di Indonesia sebagai wujud semangat besar dari para generasi muda Indonesia.

Jadi untuk pemuda-pemudi Indonesia, mari kita ikut serta dalam merayakan hari buruh Indonesia!

 

Calvin Chiu K

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.