Fokus

Berisi artikel-artikel utama yang menjadi tema majalah Cabe Rawit.

Profil

Wawancara dengan tokoh Indonesia atau Tiongkok yang inspiratif dan berprestasi.

Event

Mengupas aktivitas terbaru pelajar Indonesia di Tiongkok

Tips untuk pelajar

Tips untuk pelajar di Tiongkok mengenai kehidupan sehari-hari, beasiswa, visa dan sebagainya.

Rekreasi & Hiburan

Membahas potensi pariwisata Tiongkok yang menarik dan layak dicoba

Home » Profil

Sophie Mou (Penulis Indonesia yang tinggal di Beijing) berbagi ilmu melalui tulisan

Submitted by on 9 June, 2013 – 01:35No Comment
SOPHIE MOU
“bisa menulis dengan ingin menjadi penulis itu beda”
lahir di medan, tgl 19 februari. Menghabiskan masa kecil dan remaja di jakarta, setelah menikah pindah ke New Jersey, USA. Thn 2007 mengikuti suami bertugas di nanjing, china. Saat ini tinggal di Beijing bersama keluarganya.
Ditemui disela-sela kesibukannya sebagai seorang penulis, Sophie  dengan senyum hangatnya menyambut tim caberawit dan menyisihkan sedikit waktu luangnya untuk berbincang dengan kami. Ibu dari dua orang anak ini adalah seorang penulis yang sudah menerbitkan empat buku yaitu : Menjelajah Dunia Mengenal China, 15 Menit Kuasai Bahasa Mandarin, Resep Lokal Citarasa Internasional dan buku terbaru yang baru terbit Januari 2013 ini yaitu Shocking China. Selain menulis buku, Sophie juga bekerja paruh waktu sebagai editor.
Keseharian yang dipenuhi dengan menulis tidak membuatnya jenuh, karena menurutnya menulis adalah hal yang menarik, bahkan ia bisa membuat satu tulisan setiap harinya. Di blog yang dia buat untuk menjadi cacatan kesehariannya merupakan bukti ia sangat mencintai dunia menulis, baginya menulis harus mengalir setiap harinya.
Sophie juga berbagi cerita kepada tim caberawit, bagaimana awalnya dia mencintai dunia menulis dan bisa menjadi seorang penulis buku sekaligus juga sebagai seorang editor, semua berawal dari saat Sophie berada di New Jersey USA.  Saat awal baru datang ke New Jersey, sangat jarang ditemui orang Indonesia disana, masih belum mempunyai banyak teman dan keberadaan jauh dari kampung halaman membuatnya sedikit merasa kesepian dan membutuhkan tempat untuk berbagi cerita, dari situlah ia mulai menulis,  menciptakan ruang untuk dapat mencurahkan isi hati atau curhat. Awal berbagi cerita keseharian saat di New Jersey melalui dunia maya tersebut berlanjut hingga sekarang dan akhirnya menjadi hobi yang bisa bermanfaat. Sophie pertama mengirimkan artikel tulisannya ke kompas pada tahun 2005, yang waktu itu dimuat di rubrik kolom kita. Setelah artikel perdananya dimuat, rasa senang bisa berbagi cerita membuatnya lebih bersemangat menulis.
 Selain menulis ia juga membantu temannya untuk menerbitkan buku, dari situlah ia mulai menyadari bahwa ia lebih menyukai menjadi seorang editor. Dari situ juga ia mulai belajar menjadi seorang editor dan mulai terlibat didalam banyak project penulisan buku.
Bagaimana awalnya mengembangkan hobi menulis ini menjadi lebih bermanfaat hingga bisa membuat buku? Saat ditanya pertanyaan ini dengan yakin ia menjawab “menulis itu harus konsisten, apapun yang kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari bisa kita catat, tidak harus dengan membawa buku catatan setiap hari, tapi bisa sedikit kita catat di Handphone, apalagi saat ini sudah begitu banyak smartphone, dan disaat ada waktu luang catatan tersebut bisa kita kembangkan lagi, karena menulis harus mengalir setiap hari.”
Tidak hanya menulis, tapi ia juga suka membaca buku, buku yang suka Sophie baca biasanya buku Autography dan buku-buku kisah nyata, dari buku-buku itu ia belajar bagaimana seseorang berjuang menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Menulis sebuah buku atau tulisan harus mempunyai passion,  karena “bisa menulis dengan ingin menjadi penulis itu beda.” Banyak orang yang berkata ia ingin menjadi penulis, tapi ia tidak tau bagaimana “bisa menulis”. Bagi Sophie, menulis juga dapat mengurangi stress di sela-sela kesibukannya dan bisa menjadi tempat curhat, Sophie merasa ia terkadang kurang bisa untuk bercerita dengan orang lain atau bernegoisasi dengan orang lain, sehingga ia curahkan apa yang ia rasakan tersebut dalam bentuk tulisan. Tulisan juga menurutnya bisa membawa kita mengingatkan kembali pada memory yang dulu pernah kita alami. Dirimya termotivasi untuk menulis buku karena perkataan dari temannya yang mengatakan  “Selama kita hidup minimal buatlah satu buku sebelum kita meninggal, sehingga saat kita sudah tiada, anak cucu kita nanti tahu jejak hidup kita seperti apa sebelumnya.”
Hidup dan pernah menetap di tiga negara menjadikan wawasannya makin bertambah. Keinginan untuk berkontribusi pada Tanah Air, membuat Sophie banyak membantu pelajar-pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan studi-nya di luar negeri, membangkitkan semangat mereka untuk bisa membuat buku dan mau berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan, sehingga tulisan tersebut dapat dibaca teman-teman lainnya yang di Indonesia, dan mengetahui mengenai pengalaman hidup di luar negeri.
Di akhir perbincangan kami Sophie Mou memberikan pesannya untuk kita semua, “semoga semakin bisa mencintai menulis dan menulislah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagaimanapun juga bahasa Indonesia perlu kita lestarikan, jika mau menulis, tulislah setidaknya dengan bahasa yang dimengerti oleh umum dan cobalah untuk berbagi pengalaman kita selama di luar negeri, karena itu akan sangat bermanfaat.”
Terima Kasih untuk Sophie Mou yang sudah meluangkan waktunya untuk berbagi cerita bersama tim caberawit dan teruslah berkarya.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.